Selamat Datang Di Dunia Ilmu Pengetahuan

Sabtu, 09 April 2011

SIFAT UMUM AKTIVITAS JIWA MANUSIA (PESERTA DIDIK)


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Pada umumnya, para ahli mengemukakan, bahwa kepribadian manusia berupa kombinasi antara badan dan jiwa. Badan yang terbentuk dengan prinsip-prinsip biologis, yang dimulai sejak penciptaan manusia pertama hingga keturunannya.
Dalam badan manusia, telah diciptakan oleh Allah SWT anggota-anggota serta bagian-bagian badan untuk kelestarian jiwa. Bekerjanya jiwa pada badan manusia berupa pengguna fungsi-fungsi kejiwaan yang bukan mental, sedangkan bekerjanya jiwa dalam sistem saraf dan pikiran berupa pengerahan kekuatan-kekuatan kejiwaan yang lebih bersifat gerakan mental. Begitu sempurna ciptaan Allah SWT yang telah menciptakan manusia di dunia ini dengan sempurna. Sekarang tergantung manusia, bagaimana manusia ini menjalankannya.
B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian sifat umum aktivitas jiwa manusia (peserta didik)?
2.      Bagaimana aktivitas kejiwaan manusia yang berhubungan dengan psikologi pendidikan?
3.      Mengapa harus mempelajari sifat-sifat aktifitas peserta didik yang berupa perhatian, pengamatan dan tanggapan?
4.      Bagaimana cara ditempuh/dilakukan oleh guru agar masing-masing siswa itu bias aktif positif di kelas dan luar kelas?
5.      Coba sertakan ciri-ciri atau tanda-tanda peserta didik itu aktif itu aktif positif di kelas dan luar kelas?
C.    TUJUAN PENULISAN
Tujuan dari permasalahan ini adalah untuk mengetahui apa arti dari sifat umum aktivitas jiwa manusia, sekaligus mengetahui juga apa-apa saja yang menjadi aktivitas manusia yang berhubungan dengan psikologi pendidikan dan juga sebagai tugas dari mata kuliah dari psikologi pendidikan.









BAB II
SIFAT UMUM AKTIVITAS JIWA MANUSIA (PESERTA DIDIK)

A.    PENGERTIAN SIFAT UMUM AKTIVITAS JIWA MANUSIA
Menurut John Amos Comenius, manusia mempunyai tiga komponen jiwa yang menggerakkan aktivitas jiwa raga manusia. Tiga komponen jiwa tersebut meliputi: saraf pertumbuhan, perasan, dan intelek. Karena itu dikatakan, bahwa manusia mempunyai tiga sifat dasar, yaitu:
1.    Sifat biologis (tumbuh-tumbuhan); sifat ini telah membuat manusia tumbuh secara alami dengan prinsip-prinsip biologis dengan menggunakan lingkungan.
2.    Sifat hewani; dengan adanya perasaan-perasaan hakiki, manusia mengalami desakan-desakan internal untuk mencari keseimbangan hidup. Melalui peralatan alat inderanya, manusia menjadi sadar dan menuruti keinginan-keinginan dan seleranya.
3.    Sifat intelektual; dengan sifat ini, manusia mampu menemukan benar atau salahnya sesuatu, dapat membedakan baik dan buruknya objek, serta dapat mengarahkan keinginan dan emosinya. Sifat intelektual manusia ini yang membedakan manusia dengan makhluk lain.
Hakikat kejiwaan manusia terwujud dengan adanya kekuatan-kekuatan serta aktivitas-aktivitas kejiwaan dalam diri manusia, yang semua itu menghasilkan tingkah laku yang lebih sempurna daripada makhluk-makhluk lain.
Secara pisik jiwa dan secara anatomis dan fisiologis-biologis sosiologis, peserta didik sebagai bagian manusia pada umumnya, memiliki karakteristik yang diperlu dipahami oleh para calon guru. Dalam uraian ini akan dibahas tentang peserta didik dilihat dari sudut tinjauan psikologis yang membedakan antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lainnya. Pengetahuan tentang karakteristik psikologis peserta didik yang berkaitan dengan gejala aktivitas umum jiwa peserta didik sangat penting bagi para calon guru dan para guru dalam memahami peserta secara individual guru menyukseskan proses pembelajaran di kelas.
.


B.     AKTIVITAS-AKTIVITAS KEJIWAAN
Psikologi mempersoalkan tingkah laku manusia, baik yang teramati maupun tidak teramati. Secara umum aktivitas-aktivitas manusia itu dapat dicari hukum psikologis yang mendasarinya. Para pendidik perlu memahami kekuatan-kekuatan jiwa manusia, maka mereka pun perlu mengetahui hukum-hukum psikologis yang mendasari setiap aktivitas manusia yang dalam hal ini yaitu anak didik.
Adapun gejala aktivitas umum jiwa peserta yang perlu menjadi perhatian bagi para calon guru dan para guru ialah mencakup: perhatian pengamatan, persepsi, fantasi, ingatan, berpikir, motif, minat, imajinasi, dan sebagainya. Kesemua gejala aktivitas umum jiwa manusia (termasuk peserta didik) di sekolah akan kita bahas tiga gejala yaitu; perhatian, pengamatan dan tanggapan.
a.      Perhatian
Perhatian adalah modus dari fungsi. Modus yaitu cara berposisi dan menggerakkan. Jadi, perhatian adalah cara menggerakkan bentuk umum cara bergaulnya jiwa dengan bahan-bahan dalam bahan tingkah laku.
Tentulah dapat diterima bahwa subjek didik yang memberikan perhatian intensif dalam belajar akan memetik hasil yang lebih baik. Perhatian intensif ditandai oleh besarnya kesadaran yang menyertai aktivitas belajar. Perhatian intensif subjek didik ini dapat dieksloatasi sedemikian rupa melalui strategi pembelajaran tertentu, seperti menyediakan material pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan subjek didik, menyajikan material pembelajaran dengan teknik-teknik yang bervariasi dan kreatif, seperti bermain peran (role playing), debat dan sebagainya.
Strategi pembelajaran seperti ini juga dapat memancing perhatian yang spontan dari subjek didik. Perhatian yang spontan dimaksudkan adalah perhatian yang tidak disengaja, alamiah, yang muncul dari dorongan-dorongan instingtif untuk mengetahui sesuatu, seperti kecendrungan untuk mengetahui apa yang terjadi di sebalik keributan di samping rumah, dan lain-lain. Beberapa hasil penelitian psikologi menunjukkan bahwa perhatian spontan cendrung menghasilkan ingatan yang lebih lama dan intensif dari pada perhatian yang disengaja.
Ada bermacam-macam perhatian, yang pada pokok-pokok meliputi:
a.    Macam-macam perhatian menurut cara kerjanya:
1)   Perhatian spontan; yaitu perhatian yang tidak sengaja atau tidak sekehendak subjek,
2)   Perhatian refleksif; yaitu perhatian yang disengaja atau sekendak subjek.
b.    Macam-macam perhatian menurut intensitasnya:
1)   Perhatian intensif, yaitu perhatian yang banyak dikuatkan oleh banyaknya ransangan atau keadaan yang menyertai aktivitas atau pengalaman batin.
2)   Perhatian tidak intensif, yaitu perhatian yang kurang diperkuat oleh ransangan atau beberapa keadaan yang menyertai aktivitas atau pengalaman batin.
c.    Macam-macam perhatian menurut luasnya:
1)   Perhatian terpusat; yaitu perhatian yang tertuju kepada lingkup objek yang sangat terbatas.
2)   Perhatian terpencar; yaitu perhatian yang pada suatu saat tertuju kepada lingkup objek yang luas atau tertuju kepada bermacam-macam objek.
Hal-hal yang menarik perhatian dapat ditunjukkan melalui tiga segi, yaitu:
a.    Segi objek; hal-hal yang menarik perhatian yaitu hal-hal yang keluar  dari konteknya, misalnya; benda bergerak dalam situasi lingkungan yang diam atau tenang.
b.    Segi subjek; hal-hal yang menarik perhatian adalah hal-hal yang sangat bersangkut-paut dengan pribadi subjek, misalnya;hal-hal yang bersangkut dengan minat dan kesenangan subjek.
c.    Segi komunikator; komunikator yang membawa subjek ke dalam posisi yang sesuai dengan lingkungannya,misalnya; guru atau komunikator yang memberikan pelayanan/perhatian khusus kepada subjek.

b.      Pengamatan (dalam hal ini Pengamatan Indra)
Pengamatan merupakan fungsi sensoris yang memungkinkan seseorang menangkap stimuli dari dunia nyata sebagai bahan yang teramati. Pengamatan sebagai suatu fungsi primer dari jiwa dan menjadi awal dari aktivitas intelektual.
Cara-cara penyajian dunia pengamatan berjumlah sama dengan jumlah alat indera. Organ telah lazim membedakan lima macam alat indera menurut lima macam modalitas pengamatan, yakni:
1)        Penglihatan
Ada tiga macam penglihatan, yaitu:
a)    Penglihatan terhadap bentuk; yaitu penglihatan terhadap objek yang berdimensi dua. Khusus dalam melihat objek bagian dan objek keseluruhan, ini merupakan cara melihat Gestalt yang dapat memakai hukum-hukum Gestalt meliputi:
1.    Hukum keterdekatan (artinya yang terdekat merupakan Gestalt)
2.    Hukum ketertutupan (artinya yang tertutup merupakan Gestalt)
3.    Hukum kesamaan ( artinya yang sama merupakan Gestalt)
b)   Penglihatan terhadap warna; yaitu penglihatan terhadap objek psikis dari warna.
c.       Tanggapan Dan Variasinya.
a. Pengertian Tanggapan
Yaitu suatu bayangan yang tinggal dalam ingatan setelah kita melakukan pengamatan (Bigot et al, 1950, P. 72)
Tanggapan dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu:
    1)Tanggapan masa lampau atau tanggapan ingatan
    2)Tanggapan masa datang atau tanggapan mengantisipasikan
    3)Tanggapan masa kini atau tanggapan representatif (tanggapan mengimajinasikan)
Perbedaan antara tanggapan dan pengamatan:
Pengamatan
    1.Cara tersedianya objek disebut representatif
    2.Objek tidak ada pada dirinya sendiri tetapi ada (diadakan) pada diri subjek yang          menangkap
    3.Objek hanya ada pada dan untuk subjek yang menanggap
    4.Terlepas dari unsur tempat, keadaan dan waktu
          1.Cara tersedianya objek disebut persentasi
          2.Objek ada pada dirinya sendiri
          3.Objek ada pada setiap orang
          4.Terikat pada tempat, keadaan dan waktu

C.    Pentingnya mempelajari sifat-sifat aktifitas peserta didik
Calon guru dan guru wajib mempelajari sifat-sifat aktifitas peserta didik yang berupa perhatian, tanggapan dan pengamatan agar para calon guru dan guru nantinya dapat dengan mudah mengenal para peserta didik, menguasai karakteristik mereka sehingga memudahkan para guru dalan proses belajar mengajar, tercapai segala tujuan yang telah dirumuskan.


D.    Beberapa  upaya guru agar siswa bisa aktif positif di kelas dan luar kelas
1.      Cara yang ditempuh oleh guru agar siswa itu aktif positif di kelas dan luar kelas adalah:
a)      Memberikan perhatian kepada peserta didik sehingga mereka termotifasi dan dapat menerima semua yang disampaikan dengan respon positif.
b)      Guru harus menjadi tauladan yang baik bagi para siswa sehingga siswa dapat mengikutinya.
c)      Mengenali karateristik peserta didik agar guru tahu bagaimana cara menghadapi peserta didik tersebut sehingga peserta didik itu dapat menerima segala yang disampaikan guru dengan tanggapan yang positif.

E.     Beberapa ciri-ciri peserta didik yang aktif positif di kelas maupun luar kelas.
Cirri-ciri peserta didik yang aktif positif di kelas dan luar kelas, yaitu:
a)      Berwawasan luas
b)      Bertingkah laku baik
c)      Mempunyai tanggapan yang positif terhadap sesuatu yang diterima
d)      Bijaksana
e)      Dll.









BAB II
PENUTUP

KESIMPULAN
Psikologi mempersoalkan tingkah laku manusia, baik yang teramati maupun tidak teramati. Gejala aktivitas umum jiwa peserta yang perlu menjadi perhatian bagi para calon guru dan para guru ialah mencakup: perhatian, pengamatan, persepsi, fantasi, ingatan, berpikir, motif, minat, imajinasi, dan sebagainya
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang pendidik harus senantiasa benar-benar memahami ciri, sifat dan karakter peserta didiknya, yaitu dengan cara menguasai semua kaidah psikologis pendidikan, baik itu yang bersifat teoritis maupun praktis. Karena pada dasarnya proses pendidikan itu sendiri tidak hanya sekedar pola ajaran dan latihan.

SARAN
            Dengan memahami dan mendalami sifat umum aktivitas jiwa manusia ini, maka dapat diharapkan guru/para pendidik dapat mengambil sikap yang tepat dalam menghadapi siswa/peserta didik, sehingga peserta didik dapat menerima ilmu yang diberikan dengan mudah.





















Daftar Pustaka
1.      Rahman Shaleh, Abdul. Psikologi. Kencana Prenada Media Group.
  1. http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/jiwa manusia-psikologi.html
3.      Sarwono Sarlito W. Pengantar Psikologi Umum. Rajawali Pers
4.      www.andragogi.com (Wed May 28, 2008 10:20 pm)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar